‘ngehit’ di eranya… setuju?

Movie impact dari acara Komedi musikal yang sukses secara pemasukan dan menjadi bukti bahwa film ini berkesan dan merebut perhatian penonton pada eranya. Dengan pendapatan di atas $100 juta adalah bukti bahwa inilah film ngehit dan laris. Hal ini jelas menginspirasi sineas lain untuk mencoba peruntungan dengan menggarap komedi ala The Blue Brothers. Inilah beberapa contoh komedi yang diharapkan bisa mendulang pemasukan dan juga atensi yang diambil dari berbagai sumber.

1. SISTER ACT (1992)

Thouchstone Pictures; D : Emile Ardolino; Whoopi Goldberg, Maggie Smith, Kathy Najimy.

Box Office : $231,605,150

Plot : Deloris Van Cartier harus menyamar sebagai Sister Mary Clarence karena dirinya menjadi saksi aksi kekerasan. kelucuan pun banyak terjadi karenanya.

Good or Bad?

Sosok Whoopi Goldberg yang memang tampak kocak begitu menyatu dengan peran-peran lucu seperti yang terjadi dalam film ini. Hasilnya, Sister Act menjadi salah satu film Whoopi yang bersejarah tentunya, terutama sektor box office…

2. SCHOOL OF ROCK (2003)

Paramount Pictures; D: Richard Linklater; Jack Black, Mike White, Joan Cusack.

Box Office : $131,282,949

Plot : Dewey Finn (Jack Black) dengan segala tingkah polahnya yang aneh dan eksentrik mencoba jadi guru sekaligus membentuk sebuah band dengan satu tujuan yaitu membayar uang sewa apartemennya.

Good or Bad?

Faktor Jack Black yang tenar sebagai komedian lah yang menjadi suguhan utama film ini. ‘Kegilaannya’ dan kehebatannya dalam bidang rock, dia jawab dengan menghasilkan pemasukan film yang cukup sukses… Welldone, Capt!!! =D

3. STILL CRAZY (1998)

Columbia Pictures; D: Brian Gibson, Stephen Rea, Billy Connolly, Jimmy Nail.

Box Office : $477,903 (USA)

Plot : Setelah beberapa dekade terpisah, para member rock band ‘Strange Fruit’ dibujuk untuk ‘reuni’ dan perform lagi ditempat terakhir mereka konser. Tentu saja diperlukan persiapan yang khusus agara mereka bisa tampil seprima dulu.

Good or Bad ?

Masuk dalam daftar nominasi Golden Globe di dua kategori yang berbeda sudah merupakan sebuah kebanggaan tersendiri khususnya untuk sosok yang menukangi film ini (Brian Gibson). Satu lagi datang dari lagu ‘The Flame Still Burns’ yang menjadi nominator Best Original Song – Motion Picture.

4. AUSTIN POWERS: INTERNATIONAL MAN OF MYSTERY (1997)

New Line Cinema; D: Jay Roach; Mike Myers, Elizabeth Hurley, Michael York.

Box Office : $67,683,989

Plot : Austin power dibantu oleh Vanessa Kensington berusaha menghentikan kegilaan Dr. Evil yang meminta bayaran tinggi dari senjata nuklir yang ia curi. Dr. Evil memang sangat berambisi untuk menguasai dunia dan hanya Austin Power lah yang punya cara jitu untuk menghalangi niat jelek itu.

Good or Bad ?

Akting memikat diperagakan oleh My Myerr. Muncul pula cameo sosok-sosok terkenal seperti Will Ferrell. Carrie Fisher, Tom Arnold, Rob Lowe, Christian Slater, Neil Mullarkey, dan Burt Bacharach. Kisahnya yang merupakan lelucon dari agen rahasia di era 60’an membuat film ini menjadi sebuah cult classic lengkap dengan perolehan labanya.

Demikian hasil rangkuman saya yang didapat dari berbagai sumber, dan tentunya masih banyak film komedi musikal yang mempunyai kesuksesan di era-nya masing-msaing. Tak ada salahnya juga kita ikut meniru kesuksesan yang sudah diraih dari film-film terdahulu dengan ditambah cerita-cerita segar dan tentunya pemain yang sangat kompatibel dalam genre film komedi klasikal ini.

Salam!

Soegija oh Soegija…

Minggu pagi saya putuskan untuk pulang kerumah, walaupun sore harinya saya harus sudah kembali ke kehidupan monoton sehari-hari. Bertemu para pengejar mimpi dan para penikmat dunia.

Sesampainya dirumah, saya pun melanjutkan beberapa kegiatan tentunya berurusan dengan komputer. Email dan surfing segala macam info menjadi hal yang secara tak sadar terus berulang-ulang saya lakukan setiap harinya. Monoton bukan?

Selang berbincang dan bertanya kabar dengan mama, saya kembali melanjutkan draft daftar pertanyaan untuk sesi obrolan dengan seorang penulis yang baru-baru ini mengeluarkan sebuah bukunya setelah belum lama mengeluarkan bukunya yang berjudul Cerita Cinta Enrico.
Handphone saya memberikan notifikasi bahwa ada chat yang masuk. Tidak menunggu lama, saya hampiri dan melihat ada pesan masuk dari teman yang berprofesi sebagai wartawan di salah satu stasiun TV swasta nasional.

Berikut obrolannya :

Teman : hai Dek, lagi apa?

Saya : lagi nonton tivi mas, lagi pulang soalnya… Hehe

Teman : oiya, Mas punya buku nih.

Saya : wah, buku apa? Judulnya? Baru?

Teman : Judulnya Dipasena: Kemitraan, Konflik, dan Perlawanan Petani Udang. Seru loh, garapannya spt novel

Saya : oya? Mau baca dong…

Teman : ini masih nunggu kiriman, hehe… Mas aja gak sabar…

Saya : siapa pengarangnya?

Teman : wah mas kurang tahu…

Saya : nanti malam aku mau wawancara sm penulis buku Soegija mas… Hehe

Teman : kereeeeen… Tapi dek, asal kamu tahu, Soegija itu banyak yg dipotong lho.

Saya : emm, dipotong? Filmnya maksud mas? (Saya sempat bingung disini)

Teman : Jgn bilang dari wartawan.

Saya : emm, maksudnya? Aduh gak ngerti… Aku kan wawancara penulis bukunya mas. Bukan penggarap film nya. Jadi yang aku bahas, seputar literaturnya, penulis dan sosok Soegija itu sendiri… (Tambah bingung)

Teman : nih dek, yang wajib kamu tanyakan. Kenapa harus berbeda dibuku dengan di filmnya? Bukankah film itu mengikuti buku?

Saya : tapi kan versi film dan buku itu berbeda mas. Kalau buku, bisa saja dibuat sampai setebal mungkin. Film? Pastia ada beberapa yang di potong.

Teman : Toh kalo dilihat kan sebuah film merupakan sejarah. Ya pasti beda lah film dan buku.

Saya : Maksudnya, soegija dlm film lebih general ceritanya. Balik lagi sesuai si penggarap film deh sepertinya…

Teman : Nah yg km harus tau adalah ini. Buat teman2 yg sudah nonton SOEGIJA dan mungkin merasa seperti saya “kok film nya biasa saja dan kurang mengeksploitasi sosok soegija”, ini ada info penyebabnya : Soegija sama LSF dibabat abis beberapa adegan yg kontroversial, jadilah tuh film ngak jelas alur ceritanya. Cerita ttg kedekatan Bung Karno dgn uskup, hilang. Cerita ttg jugun ianfu, hilang. Cerita ttg para imam yg dibunuh, hilang. Cerita ttg apa yg sdh dilakukan Soegija di kancah politik luar negeri, juga hilang. Dan masih banyak lagi penggalan2 cerita yg penting dihilangkan LSF. Film aslinya 3 jam, di bioskop cuma jadi 1 jam 45 menit. Kenapa harus dihilangkan??

Saya : Well, itu nanti sesi wawancara dengan mas garin kali yaa… (Mulai bete nih)

Teman : Inget loh dibuku meskipun menceritakan biografi sosok soegija tapi pasti ada cerita mengenai apa yg dilakukan dirinya semasa hidupnya.

Saya : *emoticon senyum kecut*

Teman : Bukan hanya menceritakan kepribadian soegija doang kan. Yg penting gimana km bisa mengkritisi sebuah karya aja nanti pas wwc dengan penulisnya. Semoga mendapat kebenaran dari semuanya itu. Toh pembuat film akan meminta izin dulu dari seorang penulis buku.

Saya : yess!!! Tapi sejauh ini aku masih berkutat di buku nya mas, krn membawahi klub dengan minat buku dan menulis. jadi aku blm ada sesi wawancara dgn penggarap filmnya mas

Teman : Ngga semata” langsung membuat film, Karena. Penulis juga mempunyai andil saat karyanya akan dilayar lebarkan. Iya mksdnya pasti ada keterkaitan kenapa ceritanya dipotong di layar lebar. Gitu lhooo…

Saya : oh, iya deh. Semoga bisa diselipkan. (Melipir, senyum kecut, tanduk keluar).

 

dalam hati –> *Dia itu tahu gak sih mas Garin angkat fil Soegija dari bukunya siapa? Kan nanti malam saya mau ngobrol sama Ayu Utami dengan buku Soegija 100% Indoneseia. Capek deh…..*

____

Rumah, 17.6.12
11.59