Category: #fatamorgana

  • cinta, benci, akan terus mengguncang itulah alasan mangapa hatiku terus mengembara   sendiri dan menghilang, mencari-cari cara namun hilang di malam yang abadi, tak ada tanda-tanda datangnya siang   rasa sakit yang ditimbulkan dan pisau yang menelusup terus memutar daging mudaku senyum itu, ah, kau begitu jahat kau menunjukkanku beragam mimpi, dan membuatku berharap semuanya…

  • Well, membicarakan cinta pasti gak ada habisnya. Selelah apapun kita, sejengah apapun kita,p asti masih akan ada ruang untuk kita bicarakan. Cinta, rasa mendasar yangg dimiliki seluruh umat manusia. Cinta yang ada, adanya Cinta. Cinta yang apa adanya, bukan cinta yang ada apanya. Cinta yang diungkapkan dikala cinta itu memunculkan rasanya. Bisa dimana saja, bisa…

  • kelu adalah sunyi yang berbunyi seperti kebodohan yang tertata benar-benar lambat laun menjadi setenang purnama di tengah tahu menahu saling memandang mempertemukan kata-kata kita telanjang dan menyelimutinya dengan ucapan kemarin, sebelum wajahmu membual di sampingku kegairahan kita amat kuat untuk mendekap cahaya segala suram pun pecah curahan mencerah dan tumbuh bersama terdengar angin dengan keriangan…

  • Tadi pagi sempat terjadi hal lucu. Saya seperti biasa, mampir ke linikala dan melihat berbagai kicauan dari mereka warga linikala. Dan saya sempat me-Kicau ulang kicauan sebuah akun yang berbunyi, ‘Kalau kamu naik kendaraan umum, ternyata lupa bawa dompet/uang. Apa yang kamu lakukan?’. Spontan saya bilang sesuai pengalaman yaitu ‘langsung beralih profesi jadi pengamen di…

  • Originally posted on pemetikluka: Sepasang tangan ini adalah doa, saat kebahagiaan dan kesedihan tiba. Bermunajat di antara celah kefanaan dan kesementaraan, di antara kedatangan dan kepergian. “Musim apalagi yang kau tunggu, cinta hanya menunda kecemasanku”, katamu pada suatu waktu. “Sepasang tanganku berdoa; musim tak akan pernah ada!”, kataku, mencoba mengelabuhi waktu. Lalu angin menerbangkan kesunyianku,…