Bagaimana perasaanmu saat ini?

Bagaimana perasaanmu saat ini? setelah kita tersadar, ada hangat yang kembali mengintip diam-diam Bagaimana perasaanmu saat ini? ketika harapan sudah kembali pulang dari perjalanan tak berharapnya Bagaimana perasaanmu saat ini? saat kita mencoba merangkak perlahan dari kegagalan terindah kita   kamu mengajakku untuk mendekati hangat yang mengintip itu aku mengangguk dan mengikuti punggungmu yang berjalan... Continue Reading →

Perihal dalam labirin abu-abu

perihal pertemuan yang tak ingin terpisah perihal hati yang tak pernah jemu berbunga perihal rindu yang menjejaki hari-hari perihal nestapa yang menjadi gula-gula perihal kisah yang terus bermantra asa perihal rasa yang tak pernah kenal sesal ini hanya tentang sebuah perihal dalam labirin abu-abu...

Kalau kelak…

Mengapa tak kau biarkan ia berdiri tegap, kalau nantinya akan kau tinggalkan ia terkulai lemas. Mengapa tak biarkan saja ia berharap pada asa, kalau kelak kau biarkan harapnya memudar. Mengapa kau rela bermanja waktu dengannya, kalau kelak waktu pun tak akan bisa menguatkannya. Mengapa kau rela mengukir citanya, kalau kelak cita itu menjadi terlalu muluk... Continue Reading →

Jika Bukan Kamu…

Entah apa jadinya raga Membabi buta pada hawa nafsu Efek kehidupan remaja beranjak dewasa Entah apa jadinya kata Yang kusimpan hanya dalam diam Membisu, beku bak fosil yang ribuan tahun tertanam Entah apa jadinya rasa Yang sesukanya berlari kesana kesini Tak pernah tahu arah pulang Kidung pembaringannya... Entah apa jadinya semangat Yang tersesat pada jalan... Continue Reading →

Sepaket Kotak Kamu

Suatu saat nanti, akan datang padamu sepaket kotak kata yang berisi semua rapalan-rapalan tentang mu. Suatu hari nanti, akan datang padamu sepaket kotak gambar yang tak lagi bisa diungkapkan kata. Suatu hari nanti, akan kujahit luka-luka kecil bak lubang di baju yang kemudian menjadikannya indah kembali. Sebab luka itu indah. Selagi itu tentangmu. Karenamu. Apalah... Continue Reading →

pada hampir tengah malam…

8 Juni 2009, Hampir Tengah Malam   Malam perlahan mengiring turun, menjelma hembusan lirih yang membangunkan embun-embun. Aku gelisah. Membolak-balikkan badan diatas kasur yang pas sukuran badanku ini. Aku hanya menyaksikan turunnya embun dibalik jendela kamar berukuran 3x4 ini. Entah apa yang ada dipikiranku. Selimut tipis ini jauh cukup menghalau dingin, bukan dari angina tau... Continue Reading →

enjoy the silence…

seperti biasanya, setiap harinya saya selalu memutar lagu dari playlist komputer di kantor. entah seharian itu saya akan berada di depan komputer jadul ini atau saya akan berada di luar pun akan saya putar. seperti ritual sehari-hari. ya, ada beragam lagu di playlist saya itu. salah satunya lagu yang berjudul The Distric Sleeps Alone Tonight... Continue Reading →

maka itulah Cinta…

kelu adalah sunyi yang berbunyi seperti kebodohan yang tertata benar-benar lambat laun menjadi setenang purnama di tengah tahu menahu saling memandang mempertemukan kata-kata kita telanjang dan menyelimutinya dengan ucapan kemarin, sebelum wajahmu membual di sampingku kegairahan kita amat kuat untuk mendekap cahaya segala suram pun pecah curahan mencerah dan tumbuh bersama terdengar angin dengan keriangan... Continue Reading →

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: