Kalau kelak…

Mengapa tak kau biarkan ia berdiri tegap, kalau nantinya akan kau tinggalkan ia terkulai lemas.
Mengapa tak biarkan saja ia berharap pada asa, kalau kelak kau biarkan harapnya memudar.
Mengapa kau rela bermanja waktu dengannya, kalau kelak waktu pun tak akan bisa menguatkannya.
Mengapa kau rela mengukir citanya, kalau kelak cita itu menjadi terlalu muluk digapai.
Mengapa kita rela bermandi rasa, kalau kelak harus tak berperasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: