Skip to content

Iyut Syfa

sometimes she overthinks her ovethinking

    • Hello!

recent posts

  • We usually take it for granted…
  • Living like in Bridgerton
  • How Kindness Struck in Tromsø During My Solo Trip
  • If I Ever Could Introduce Myself Again,
  • If INFJ is a Classic Quote

about

human
  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram
  • broken morning

    broken morning

    30/07/2024

    i was half awake

    and my phone’s keep ringing of your texts

    been trying my best to ignore

    but it’s you wouldn’t stop

    in the morning i woke up

    it’s Sun shining up

    my phone is now calm

    realize i’ve thrown it all down

    _______

    Syf.

    Gg. Dahlia, 28 July 2024.

    Rate this:

    • Share on Threads (Opens in new window) Threads
    • Share on X (Opens in new window) X
    • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
    • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Good morning; not my business.

    Good morning; not my business.

    25/07/2024

    Good morning

    Good morning everyone

    It’s me usually wake up early

    I had to sleep again

    But hate to sleep again

    I want to say good morning to someone

    But no one here

    It doesn’t matter anymore

    I don’t even know if it’s morning or evening,

    whatever they’re doing there

    Not my business anymore

    So here i want to say good morning.

    (not my business anymore)

    ________

    Syf.

    Bali, 25 July 2024.

    Rate this:

    • Share on Threads (Opens in new window) Threads
    • Share on X (Opens in new window) X
    • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
    • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Appreciating Our Bodies: A Perspective on Care and Strength

    Appreciating Our Bodies: A Perspective on Care and Strength

    18/06/2024

    My first thought was the Korean Brand blouse I’m wearing right now. But few seconds later i realized that this even haven’t that old as my age now. Then scientist me got it into deeper thoughts 💭.

    Can we consider our body as the oldest things we’re wearing and carrying every day, today? Mathematically, yes. I bought this blouse from a thrift market and technically it’s old/preloved by the previous owners. But also it hasn’t been as old as my body age now (can you guest my age now? Haha i definitely hate this part when i asked someone about their age)

    Can you imagine what kind of story this blouse has or what kind of story this blouse been involved in?

    Can you imagine how far this blouse has been moving around from one owner to another until it ended up being mine now? And started to taking care of it every time i wear it.

    As well as our body, i should have been taking care of it more than anything else. Nevertheless, i should have been thanking my body to be this strong to carry on our soul, even though it sometimes got tired and have taken some time rest.

    That’s the body that always be there and shows up the opposite your heart or mind’s saying or thinking or even feeling. That the body has been showing the strength when your soul can not. Its our body that always looks so strong when nobody knows how its broken inside.

    Have we thank our body enough and taking more care of it as important as we taking care of our heart, mind, and soul?

    ________

    19 June 2024 (from 14 May draft).

    Syf.

    Rate this:

    • Share on Threads (Opens in new window) Threads
    • Share on X (Opens in new window) X
    • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
    • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Thanks, Google.

    Thanks, Google.

    16/10/2019

    Meskipun bisa meracik kopi sendiri di rumah, perasaan ingin minum kopi di coffee shop masih saja datang. Alhasil saya mampir ke salah satu coffee shop tempat biasa saya memesan custom coffee ala saya sendiri. Ya, triple shot on the rock with liqud.

    “Oke, sebentar, saya mau pesan kopi dulu ya. Hold on.”, ucap saya seraya menjeda panggilan telepon yang sedang berlangsung dan segera jalan memasuki coffee shop ini.

    “Seperti biasa kak, Berry?”

    “Iya. Jangan di-stir, ya.”

    Sembari menunggu pesanan saya dibuat, mata saya mengitari ruangan coffee shop ini, berharap ada kursi kosong yang bisa saya duduki. Namun sepertinya semua kursi telah terisi oleh para peminum kopi dari yang masih utuh sampai yang sudah habis sekalipun.

    Aha! Akhirnya ada satu kursi agak ke arah pojok ruangan yang nampaknya akan dilepaskan oleh pemilik sebelumnya. Gerak-geriknya nampak jelas bahwa ia akan segera pergi dari coffee shop ini.

    “Kak, Berry…”, sahut sang barista memberi tahu kalau pesanan saya sudah bisa diambil.

    Langsung setelah mengambil pesanan, saya pun menghampiri kursi kosong tersebut.

    Tersadar kalau saya masih terhubung dengan panggilan telepon tadi, langsung saya lanjutkan sambil mulai menikmati kopi yang saya pesan tersebut. Selalu nikmat.

    “Ya, ya… sorry. Sampai mana tadi?”

    “Iya, gpp. Kamu jadi pesan apa sih? Kopi lagi?”, tanyanya sambil melanjutkan “Saya gak terlalu minum kopi, sih. Cuma pernah minum kopi yang… duh… apa ya namanya itu. Ada merek kopi yang terkenal banget deh, dari Amerika… Duh… Logonya ada ceweknya gitu…”, jelasnya sambil mencoba mengingat-ingat kembali.

    “Apa sih? Hmm… Yang ada ceweknya?”, saya menanggapi dengan bingung dan juga agak sedikit teralihkan lantaran sambil menyalakan laptop dan men-set up posisi barang-barang di atas meja yang saya gunakan.

    “Boleh saya telpon beberapa menit lagi, saya coba ingat-ingat atau google dulu.”, pintanya sambil memutus telepon.

    Sambil menunggu, saya lanjut memulai aktivitas di dalam laptop, cek email, cek beberapa pekerjaan yang masih harus diselesaikan dan lainnya, oke, termasuk buka whatsapp desktop. Haha.

    Tak sampai 1 menit, telepon seluler saya kembali berdering.

    “Oke, gimana? Sudah tahu apa namanya?”, tanya saya sesaat setelah menerima panggilan telpon tersebut.

    “Starbucks. The brand is Starbucks. Haha…”, jawabnya dengan diiringi tawa garing.

    “My God. Ini yang sedang saya minum tuh itu. Saya gak ngeh karena sepertinya brand ini mulai menghilangkan icon logo nya itu, the green lady. Makanya, saya gak nyambung banget, dan lupa sih lebih tepatnya. Dan lagipula, itu merek sangat populer, kok sampai kamu lupa namanya, sih?”, jelas saya sembari ikut tertawa.

    “Hahaha… Iya, iya. Saya kan sibuk, jadi gak terlalu hafal untuk hal-hal seperti itu. Tapi bagaimanapun, thanks to Google.”

    “Haha… yes, thanks, Google.”, jawab saya sambil mengernyitkan dahi.

    Dan kami pun larut dalam tawa kebodohan.

    Rate this:

    • Share on Threads (Opens in new window) Threads
    • Share on X (Opens in new window) X
    • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
    • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Bagaimana perasaanmu saat ini?

    Bagaimana perasaanmu saat ini?

    19/11/2014

    Bagaimana perasaanmu saat ini?

    setelah kita tersadar,

    ada hangat yang kembali mengintip diam-diam

    Bagaimana perasaanmu saat ini?

    ketika harapan sudah kembali pulang

    dari perjalanan tak berharapnya

    Bagaimana perasaanmu saat ini?

    saat kita mencoba merangkak perlahan

    dari kegagalan terindah kita

    kamu mengajakku untuk mendekati hangat yang mengintip itu

    aku mengangguk dan mengikuti punggungmu yang berjalan mendekatinya

    tak kuasa kita memeluknya–hangat yang kembali mengintip diam-diam itu

    dalam-dalam.

    “nyaman sekali…”, katanya pelan sambil berbisik di telingaku

    aku mengencangkan pelukanku, begitupun kamu

    “bagaimana perasaanmu saat ini?”, tanyaku padamu——

    kemudian hangat pun meleburkan diri dalam pelukan kita.

     

    Syf.

    Blumchen Coffee, 19 November 2014

    Rate this:

    • Share on Threads (Opens in new window) Threads
    • Share on X (Opens in new window) X
    • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
    • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
Previous Page Next Page

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Iyut Syfa
    • Join 39 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Iyut Syfa
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d