Bodoh (Lagi)

tiba-tiba syaraf otak menuntun jemari ini untuk menyunting tulisan sebelumnya,

kisah abu-abu yang hanya berwarna dalam kepala sendiri.

jadilah suntingan itu dan lagi-lagi syaraf otak bodoh ini menuntun untuk membuka kotak arsip hidupnya.

dan semua tindakan bodoh ini berawal dari segumpal otak bodoh yang lagi-lagi dibutakan kabut harapan, abu-abu.

kisah berwarna yang hanya ada dalam gelembung-gelembung balon harapan,

terbang dan kemudian pecah.

seperti bisul yang pecah. lega.

 

*Dasar kepala bodoh!

Published by

Iyut Syfa

Your Coffeemate

2 thoughts on “Bodoh (Lagi)”

Leave a Reply to Aulia Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.