Skip to content

Iyut Syfa

sometimes she overthinks her ovethinking

    • Hello!

recent posts

  • We usually take it for granted…
  • Living like in Bridgerton
  • How Kindness Struck in Tromsø During My Solo Trip
  • If I Ever Could Introduce Myself Again,
  • If INFJ is a Classic Quote

about

human
  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram
  • Bodoh (Lagi)

    26/04/2013

    tiba-tiba syaraf otak menuntun jemari ini untuk menyunting tulisan sebelumnya,

    kisah abu-abu yang hanya berwarna dalam kepala sendiri.

    jadilah suntingan itu dan lagi-lagi syaraf otak bodoh ini menuntun untuk membuka kotak arsip hidupnya.

    dan semua tindakan bodoh ini berawal dari segumpal otak bodoh yang lagi-lagi dibutakan kabut harapan, abu-abu.

    kisah berwarna yang hanya ada dalam gelembung-gelembung balon harapan,

    terbang dan kemudian pecah.

    seperti bisul yang pecah. lega.

     

    —

    *Dasar kepala bodoh!

    Rate this:

    • Share on Threads (Opens in new window) Threads
    • Share on X (Opens in new window) X
    • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
    • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Padamu Hatiku Berpulang

    25/04/2013

    image

    entah sudah berapa lama kita diam-diam menyesapi kenangan satu sama lain.
    kau ingat tidak, kita seringkali duduk berhadapan tanpa memperdulikan mata hati kita yang saling memeluk.
    bahkan tak jarang mata kaki kita sering beradu pandang saat mata kepala kita tak kuasa menatap satu sama lain.

    tak banyak kata, hanya bunyi cangkir dan ujung cawan yang beradu ketika senja kita habiskan dengan menikmati jingga.

    dalam diam terasa banyak makna tersirat,
    dalam diam gejolak rasa kita berpeluh yang kemudian bersenyawa menjadi satu.
    hati yang kerap berpindah haluan, berpindah rumah. berpindah majikan.

    Hati ini kemudian lelah seperti kota ini yang sebegitu tergesanya,
    berpacu seakan-akan hendak menyepikan semua hiruk untuk rasa yang mulai bernapas lega.

    Hati yang lega meski waktu menghimpit.
    Hati yang lega meski kamu kelak menghilang.
    Hati yang lega karena padamu, ia berpulang.

    ——–

    PS. Selamat atas terbitnya buku Kak Irwan Bajang yaitu Buku Kepulangan Kelima ini. Sukses yaa………

    Rate this:

    • Share on Threads (Opens in new window) Threads
    • Share on X (Opens in new window) X
    • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
    • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Dibelakangi Jingga, Diterkam Malam.

    22/04/2013

    Aku sudah menyiapkan diri untuk seketika kau ajak aku singgah kesana,

    sebuah negeri biru yang kau ceritakan seringkali menjelang habis senja.

    Katamu, kau akan bawaku kesana menyeberangi batas hitamku.

    Katamu aku bisa bebas disana, bukan disini

    yang hanya bisa melihat senja dari balik redup bayangan jingga.

    Katamu kau pernah sedih melihatku ditelan kelam diam-diam.

    Diterkam pekat erat-erat.

    Katamu, aku harus menuju biru.

    Negeri yang kau ceritakan itu ketika menjelang habis senja.

    Entah mengapa, hatiku ragu seketika,

     

    “Sepertinya ini sudah takdirku untuk tetap disini, meski hanya bisa melihat senja dari balik redup yang dibelakangi jingga.”, Kataku yang kemudian dipeluk malam pelan-pelan.

     

     

    0.000000 0.000000

    Rate this:

    • Share on Threads (Opens in new window) Threads
    • Share on X (Opens in new window) X
    • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
    • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Jika mencinta seumpama makan siang…

    07/01/2013

    Akan kuhabiskan sampai perutku kekenyangan

    Akan kurelakan waktu istirahatku yang hanya satu jam sebaik-baiknya

    Akan kucari temanku yang membawa payung,

    hanya untuk menumpang sepanjang perjalanan ke kantin jika hujan atau panas di siang hari

    Akan kunikmati sepenuh hati tiap butiran nasi yang kumakan,

    walaupun lauknya hanya dengan ikan asin dan sambal

    Akan kupilih warung makan terbaik yang menyediakan menu pilihan dan enak yang ada di kantin

    Akan kumakan dengan pelan,

    seperti kata Rasul, mengunyahnya sampai 33 kali bukan?

    Atau bahkan, tak ingin aku memakannya walau perut lapar

    Biar kupandangi sampai siang keesokan harinya.

    —

    Celoteh sang Pecinta di waktu makan siang

    Rate this:

    • Share on Threads (Opens in new window) Threads
    • Share on X (Opens in new window) X
    • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
    • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Perihal dalam labirin abu-abu

    07/01/2013

    perihal pertemuan yang tak ingin terpisah

    perihal hati yang tak pernah jemu berbunga

    perihal rindu yang menjejaki hari-hari

    perihal nestapa yang menjadi gula-gula

    perihal kisah yang terus bermantra asa

    perihal rasa yang tak pernah kenal sesal

    ini hanya tentang sebuah perihal dalam labirin abu-abu…

    labirin abu-abu

    0.000000 0.000000

    Rate this:

    • Share on Threads (Opens in new window) Threads
    • Share on X (Opens in new window) X
    • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
    • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
Previous Page Next Page

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Iyut Syfa
    • Join 39 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Iyut Syfa
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d